Minggu, 05 Februari 2012

E X P E R I E N C E

Bule....... Australia coy!!!!!!

Hello friends....
WELCOME...In my  blog
Now, I have interesting history.
Lets Read...^_^

Bule ini bernama Kirrily from Canberra, Australia. In Indonesia dia belajar  Bahasa Indonesia Lho....Mau tau kenapa bule kok mau belajar Bahasa Indonesia?
 Ini salah satu pertanyaan yang muncul “ What do you want to learn Indonesian than another language?”  saat mahasiswa berada di  microteaching Room  Lt 2  FKIP Building in campus SWCU untuk wawancara dengan Kirrily dan teman-temanya. Pengen tahu apa jawabanya dan  banyak hal yang menarik juga tentang bule Australia ini.........
BACA SAMPAI SELESAI YAAA _-_-__--_-__-

Kirrily dari kecil tinggal di Canberra populasi orangnya kurang lebih 300 orang  kata bule ini. Kirrily bersekolah di SD Negeri di daerahnya. Wlaupun disana masuk sekolah negeri sangat susah tetapi dia berusaha karena setelah masuk di sekolah negeri bebas biaya “gratis”. Sekolah disana mulai puluk 9m pagi until 3 sore, dan didalam 1tahun ada 3bulan libur musim panas. Di Australia lebih banyak kulit putih karena kebanyakan pendatang, sedangkan aborigin  masih bersifat primitif sehingga kulit putih dan aborigin hidup terpisah. Australia tidak mempunyai makanan khas, baju khas ataupun tarian khas. Yang masih punya itu semua hanya suku asli australia. Hewan asli Australia adalah Kangaroo, wombat, koala. Suhu di Australia lebih panas daripada Indonesia.

Culture Shock:
·         Pertama kali bule Australia dan teman-temanya datang ke Bali, banyaknya pengemis yang memaksa untuk minta uang. Sehingga mereka berpikir Indonesia kemiskinan ( Poverty).
·         Waktu mereka datang kesuatu tempat wisata, banyak orang Indonesia yang minta foto bareng, itu sangat aneh dan lucu bagi bule-bule itu. Katanya “Seakan-akan kaya artis”hehehe.
·         Waktu pertama kali datang ke Salatiga, menginap di suatu tempat dan anehnya setiap kali sekitar jam 4.30 pagi mendengar suara adzan (Praised).Beberapa hari kemudian mereka tidak bisa tidur karena suara adzan. Di Australia juga ada masjid but kalau adzan tidak memakai pengeras suara kata Kirrily.
·         Mereka juga bingung waktu melihat lalulintas di Salatiga sangat padat dan karena di australia menggunakan bus dan membayar 30 Dollar ( Rp300.000,-) sekali jalan. Transportasi di Australia juga tidak sebanyak di Indonesia.
·         Di salatiga juga mereka mendatangi pasar tradisional, waktu mereka ke bagian daging, mereka sangat kanget karena dagingnya hanya diletakkan begitu saja bahkan digantung di besi dan baunyapun menyengat. Berbeda banget sama di Australia, ada pasar tradisional (Flea Market) danging dimasukkan di dalam freezer dan tidak bau.

Di Sekolah Australia ada beberapa SD yang mengajarkan Bahasa/Budaya  indonesia. Kirrily belajar Bahasa Indonesia dari Sdnya. Karena diSDnya ada pelajaran Bahasa Indonesia. Dan karena Australia lebih dekat dengan Indonesia, maka mereka berpikir lebih baik belajar Bahasa Indonesia. Gurunya juga tidak semua dari Australia tetapi ada juga dari Malaysia, Indonesia. Kesulitan belajar Bahasa Indonesi menurut Kirrily di grammernya. Mereka menggunakan flash card untuk belajar bahasa.
Orang Australia lebih banyak belajar bahasa  Spanish and Japanese. Karakteristik orang Australia lebih individual, mereka berpikir orang Indonesia sangat ramah. Kirrily berkata “ Tidak bisa menemukan orang seperti orang Indonesia di negaranya”.  Sopan dan dimanapun berada pasti saling menyapa bahkan menyapa terlebih dahulu.
Hasil tambang di Australia adalah Gold and oil tempatnya Gold Coast.
Australian prefer western music and their own musician than K-pop. Komentar tentang sinetron di Indonsia terlalu drama dan di Indonesia sangat banyak channel televisi sedangkan di negara merka hanya ada 7 channel.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar