Bule....... Australia coy!!!!!!
Hello friends....
WELCOME...In my blog
Now, I have interesting history.
Lets Read...^_^
Bule ini bernama Kirrily from Canberra, Australia. In Indonesia
dia belajar Bahasa Indonesia Lho....Mau
tau kenapa bule kok mau belajar Bahasa Indonesia?
Ini salah satu pertanyaan
yang muncul “ What do you want to learn Indonesian than another language?” saat mahasiswa berada di microteaching Room Lt 2
FKIP Building in campus SWCU untuk wawancara dengan Kirrily dan
teman-temanya. Pengen tahu apa jawabanya dan banyak hal yang menarik juga tentang bule Australia
ini.........
BACA SAMPAI SELESAI YAAA _-_-__--_-__-
Kirrily dari kecil tinggal di Canberra populasi orangnya kurang
lebih 300 orang kata bule ini. Kirrily bersekolah
di SD Negeri di daerahnya. Wlaupun disana masuk sekolah negeri sangat susah
tetapi dia berusaha karena setelah masuk di sekolah negeri bebas biaya
“gratis”. Sekolah disana mulai puluk 9m pagi until 3 sore, dan didalam 1tahun
ada 3bulan libur musim panas. Di Australia lebih banyak kulit putih karena
kebanyakan pendatang, sedangkan aborigin
masih bersifat primitif sehingga kulit putih dan aborigin hidup
terpisah. Australia tidak mempunyai makanan khas, baju khas ataupun tarian khas.
Yang masih punya itu semua hanya suku asli australia. Hewan asli Australia
adalah Kangaroo, wombat, koala. Suhu di Australia lebih panas daripada
Indonesia.
Culture Shock:
·
Pertama
kali bule Australia dan teman-temanya datang ke Bali, banyaknya pengemis yang
memaksa untuk minta uang. Sehingga mereka berpikir Indonesia kemiskinan (
Poverty).
·
Waktu
mereka datang kesuatu tempat wisata, banyak orang Indonesia yang minta foto
bareng, itu sangat aneh dan lucu bagi bule-bule itu. Katanya “Seakan-akan kaya
artis”hehehe.
·
Waktu
pertama kali datang ke Salatiga, menginap di suatu tempat dan anehnya setiap
kali sekitar jam 4.30 pagi mendengar suara adzan (Praised).Beberapa hari
kemudian mereka tidak bisa tidur karena suara adzan. Di Australia juga ada
masjid but kalau adzan tidak memakai pengeras suara kata Kirrily.
·
Mereka
juga bingung waktu melihat lalulintas di Salatiga sangat padat dan karena di
australia menggunakan bus dan membayar 30 Dollar ( Rp300.000,-) sekali jalan.
Transportasi di Australia juga tidak sebanyak di Indonesia.
·
Di
salatiga juga mereka mendatangi pasar tradisional, waktu mereka ke bagian
daging, mereka sangat kanget karena dagingnya hanya diletakkan begitu saja
bahkan digantung di besi dan baunyapun menyengat. Berbeda banget sama di
Australia, ada pasar tradisional (Flea Market) danging dimasukkan di dalam
freezer dan tidak bau.
Di Sekolah Australia ada beberapa SD yang mengajarkan
Bahasa/Budaya indonesia. Kirrily belajar
Bahasa Indonesia dari Sdnya. Karena diSDnya ada pelajaran Bahasa Indonesia. Dan
karena Australia lebih dekat dengan Indonesia, maka mereka berpikir lebih baik
belajar Bahasa Indonesia. Gurunya juga tidak semua dari Australia tetapi ada
juga dari Malaysia, Indonesia. Kesulitan belajar Bahasa Indonesi menurut
Kirrily di grammernya. Mereka menggunakan flash card untuk belajar bahasa.
Orang Australia lebih banyak belajar bahasa Spanish and Japanese. Karakteristik orang
Australia lebih individual, mereka berpikir orang Indonesia sangat ramah.
Kirrily berkata “ Tidak bisa menemukan orang seperti orang Indonesia di negaranya”. Sopan dan dimanapun berada pasti saling
menyapa bahkan menyapa terlebih dahulu.
Hasil tambang di Australia adalah Gold and oil tempatnya Gold
Coast.
Australian prefer western music and their own musician than
K-pop. Komentar tentang sinetron di Indonsia terlalu drama dan di Indonesia
sangat banyak channel televisi sedangkan di negara merka hanya ada 7 channel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar